BANGKITLAH SAUDARAKU…

November 27, 2007

Tokoh-tokoh Kebangkitan Islam

Filed under: Uncategorized

a. Rosullullah SAW
Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya akhlakmu
Tidak terbalas segala jasamu
Sesungguhnya Engkau Rosul Mulia
Tabahnya hatimu menempuh dugaan
Mengajar pekerti kesabaran
Menjulang panji kemenangan
Itulah lirik yang disampaikan sebuah grup nasyid bernama “The Fikr” kepada Beliau saw. Setiap sholat umat muslim, nama beliau saw dibacakan.
Pahit dan getir perjuangannya telah membawa cahaya kebenaran yang berupa islam

Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
(artinya): “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepada Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya”. (Al Ahzab: 56)
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda (artinya): “Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan membalasnya dengan shalawat sepuluh kali lipat.” (H.R. Al Hakim dan Ibnu Sunni, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’)
“Barangsiapa bershalawat 10 kali kepadaku di waktu pagi dan 10 kali di waktu sore, ia akan mendapatkan syafaatku di hari kiamat”. (HR. Thabrani).
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a, Rasulullah saw. Bersabda: “Orang yang paling pertama dengan aku di hari kiamat adalah yang lebih banyak bershalawat kepadaku”. (HR. Tirmidzi)
Allah swt. Bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Sebagai wujud penghormatan yang tinggi dan rasa cinta kasih Allah yang mendalam kepada beliau, yang kepribadiannya sangat agung dan mulia.
Para Malaikat sebagai penduduk langit diperintahkan bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Untuk mendo’akan beliau agar derajat kemuliaannya semakin hari semakin tinggi, dan terhindar dari segala aib/kekurangan.
Demikian pula, kita sebagai penduduk bumi juga diperintahkan Allah swt untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad saw untuk mendo’akan keselamatan, ketenteraman, kemuliaan serta ampunan dari Allah swt bagi beliau, sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kita kepada beliau atas jasa-jasa beliau menuntun kita kepada Hidayah Allah swt.
Berdasarkan hal inilah, pantaslah kita dan semua umat muslim berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad saw adalah manusia yang derajatnya paling mulia di sisi Allah Swt.
Jelaslah bahwa semua sifat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam lah sebagai pembangkit islam yang telah mengubah kebatilan menuju keterangan. Belau telah mengubah kejahiliahan dan membangun peradapan paling besar di dunia. Pantaslah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memimpin islam sampai demikian besarnya dengan kehendak Allah. Allah telah menunjukan urutan awal dan akhir sebuah perjalanan, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat derajat wanita dan budak. Tidak ada keraguan bagi yang beragama islam untuk meyakini beliau, bersalawat kepada beliau, menyayangi beliau, dan berterima kasih kepada beliau. Dengan adanya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi jelas yang mana yang benar dan yang bathil. Begitu pula menjadi jelas pula teguhnya agama islam di dunia dan akhirat. Agama yang seharusnya bangkit menemui singgasananya sebagai pewaris dari Tuhan Yang Maha Esa. Beliau dalam hadits disebutkan akan memiliki kerajaan yang tertinggi dari semua makhluk. Tiada kenikmatan yang diraih manusia senikmat ini, tidak ada kehebatan yang dimiliki oleh manusia sehebat ini, dan tidak ada pengaruh yang lebih luas pengaruhnya dibanding pengaruh seorang yang yatim piatu ini. Subhanallah.
b. Abu Bakar As-Siddiq
Abu Bakar As-Siddiq memiliki ketegasan dan ketegaran yang sangat luar biasa. Dua hari setelah nabi Muhammad saw wafat, ketika suasana Madinah masih sangat berkabung. Bilal masih menangis ketika mengumandangkan adzan. Pasukan-pasukan yang tidak jadi pergi berperang karena meninggalnya nabi Muhammad saw. Pertama kalinya beliau ra dilantik menjadi seorang khalifah. Tetapi tugas nabi Muhammad saw langsung ditunaikan, dia langsung memerintahkan pasukan Usamah untuk melanjutkan ekspedisi ke tempat Dzu Khasyab, tempat pertama kalinya ia (Usamah) mendengar berita tentang sakitnya Rosullullah saw . Umar sebagai sahabat nabi saw yang termasuk paling dekat dengan nabi Muhammad saw, yang ketiga dicintai nabi saw setelah Aisyah dan Abu Bakar, yang telah melihat banyak mu’zizat nabi saw, yang juga pertama kali membaiatnya, berbeda pandangan dalam masalah Usamah. Kebanyakan ulama beranggapan dan memang tidak banyak anggapan lain bahwa Usamah masih terlalu muda dan tidak berpengalaman dalam urusan peperangan. Tetapi keteguhan hati Abu Bakar dengan berkata, “Apakah engkau telah kehilangan kekuatanmu setelah Rosulullah saw wafat dan menjadi lemah, ya Umar?”
Akhirnya ekspedisi pun dilanjutkan, inilah awal dari penaklukan-penaklukan zaman Umar bin Khattab dilakukan. Islam bisa menang melawan Romawi dan seterusnya sampai perang Salib. Bisa dikatakan, tanpa jasa keberanian Abu Bakarlah, Umar berani untuk melakukan berbagai macam penaklukan.
c. Umar Bin Khattab
“Kalau engkau merasa berkuasa untuk membuat aniaya kepada hamba Allah, ingatlah pula bahwa Allah lebih berkuasa membalasnya.” Disampaikan oleh Umar bin Khattab.
Dalam masa kepemimpinan sepuluh tahun `Umar itulah penaklukan-penaklukan penting dilakukan orang Arab. Tak lama sesudah `Umar pegang tampuk kekuasaan sebagai khalifah, pasukan Arab menduduki Suriah dan Palestina, yang kala itu menjadi bagian Kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk (636), pasukan Arab berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga, dan Darussalam menyerah dua tahun kemudian. Menjelang tahun 641, pasukan Arab telah menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639, pasukan Arab menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium. Dalam tempo tiga tahun, penaklukan Mesir diselesaikan dengan sempurna.
Penyerangan Arab terhadap Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Persia telah mulai bahkan sebelum `Umar naik jadi khalifah. Kunci kemenangan Arab terletak pada pertempuran Qadisiya tahun 637, terjadi di masa kekhalifahan `Umar. Menjelang tahun 641, seseluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Arab. Dan bukan cuma itu: pasukan Arab bahkan menyerbu langsung Persia dan dalam pertempuran Nehavend (642) mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya `Umar di tahun 644, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai sepenuhnya. Gerakan ini tidak berhenti tatkala `Umar wafat. Di bagian timur mereka dengan cepat menaklukkan Persia dan bagian barat mereka mendesak terus dengan pasukan menyeberang Afrika Utara.
Sama pentingnya dengan makna penaklukan-penaklukan yang dilakukan Umar adalah kemantapan pemerintahannya. Iran, kendati penduduknya masuk Islam, berbarengan dengan itu mereka memperoleh kemerdekaannya dari pemerintahan Arab. Tetapi Suriah, Irak dan Mesir tidak pernah peroleh hal serupa. Negeri-negeri itu seluruhnya di-Arabkan hingga saat kini.Umar sudah barangtentu punya rencana apa yang harus dilakukannya terhadap daerah-daerah yang sudah ditaklukkan oleh pasukan Arab. Dia memutuskan, orang Arab punya hak-hak istimewa dalam segi militer di daerah-daerah taklukan, mereka harus berdiam di kota-kota tertentu yang ditentukan untuk itu, terpisah dari penduduk setempat. Penduduk setempat harus bayar pajak kepada penakluk Muslimin (umumnya Arab), tetapi mereka dibiarkan hidup dengan aman dan tenteram. Khususnya, mereka tidak dipaksa memeluk Agama Islam. Dari hal itu sudahlah jelas bahwa penaklukan Arab lebih bersifat perang penaklukan nasionalis daripada suatu perang suci meskipun aspek agama bukannya tidak memainkan peranan.Keberhasilan Umar betul-betul mengesankan. Sesudah Nabi Muhammad saw, dia merupakan tokoh utama dalam hal futuhat Islam. Tanpa penaklukan-penaklukannya yang secepat kilat, diragukan apakah Islam bisa tersebar luas sebagaimana dapat disaksikan sekarang ini. Lebih-lebih, kebanyakan daerah yang ditaklukkan dibawah pemerintahannya tetap menjadi Arab hingga kini. Jelas, tentu saja, Muhammadlah penggerak utamanya jika dia harus menerima penghargaan terhadap perkembangan ini. Tetapi, akan merupakan kekeliruan berat apabila kita mengecilkan saham peranan Umar. Penaklukan-penaklukan yang dilakukannya bukanlah akibat otomatis dari inspirasi yang diberikan Muhammad. Perluasan mungkin saja bisa terjadi, tetapi tidaklah akan sampai sebesar itu kalau saja tanpa kepemimpinan Umar yang brilian.Memang akan merupakan kejutan –buat orang Barat yang tidak begitu mengenal Umar– membaca penempatan orang ini lebih tinggi dari pada orang-orang kenamaan sekaliber Charlemagne atau Julius Caesar dalam urutan daftar buku ini. Soalnya, penaklukan oleh bangsa Arab di bawah pimpinan Umar lebih luas daerahnya dan lebih tahan lama dan lebih bermakna ketimbang apa yang diperbuat oleh Charlemagne maupun Julius Caesar.

d. Solahudin Al-Ayyubi
Salahudin Al-Ayyubi, atau Ibnu Ayyub, atau juga sering dipanggil oleh Kristen adalah Saladin. Dia adalah ujung tombak kemenangan Islam pada masa perang Salib. Kisah yang begitu terkenal ketika dia membunuh Reynald De Catillon dan membebaskan Guy De Lusignan merupakan hal baru dalam sejarah perang suci. Beliau tidak ingin membunuh seluruh umat Kristen dengan pandang buluh, sebagaimana model Yoshua^(ketika nabi Musa meninggal sebelum sampai di Kanaan orang Yahudi digantikan kepemimpinannya oleh Yoshua). Salahudin pada Guy berbaik hati sedang kepada Reynald yang mau menyerang kota suci Mekkah dan Madinah dieksekusi mati. Cukup wajar apabila ia membunuh Reynald yang telah menghujat nabi Muhammad saw yang umat Islam cintai dengan penghujatan terbesar. Karena Reynald telah menghujat,”Mana Muhammad pelindung kalian itu, akan kubongkar kuburnya, dan akan kuserang ka’bah kalian!”
Sesuai dengan penjabaran Perang Salib yang telah dikemukakan oleh penulis, Salahudin Al-Ayubi adalah seorang pemimpin yang taat kepada Allah swt terbukti ketika kemanngan telah tampak, ia bersungkur sujud atas keemenangan yang diraihnya itu. Dia benar-benar bersyukur ketika melihat tanduk hittin, kemah bagi raja. Dia telah mampu menerjang Yerusalem sampai tumpas.
Kemenangan itu menghantarkan dia duduk di bangku paling atas dalam sejarah kemenangan perang Salib. Proses mengizinkan kepada Balian dari Ibelin untuk mempertahankan kotanya, Yerusalem, karena tuntutan rakyatnya adalah suatu kebijaksanaan besar. Sehingga pihak gereja banyak yang berpihak kepadanya dalam urusan contoh seorang pembangkit, kata sebagiarn besar pendeta Kristen dialah yang telah mengikuti ajaran gereja secara benar. Sayangnya lama ia wafat, kuburnya ditendang-tendangi oleh pembesar Kristen sambil berkata,”Hai Saladin, kami telah datang. Tunjukkanlah dirimu!” Meskipun begitu, itulah bukti kekuatan Salahudin yang akan terus dikenang bahkan sampai ia meninggal.
e. Ahmadinejad
Presiden Iran lahir di tengah pusaran badai dan dibesarkan olehnya. Meeka bagaikan saudara kembar. Sejak beliau memegang tampuk kepimmpinan pada pertengahan Agustus 2005, ia mulai mengusir badai satu persatu tanpa mengenal putus asa dan rasa jenuh. Ia mendapat dukungan yang sangat besar dan Negara-negara ketiga, khususnya Kub, Bolivia, Venezuela, Brazil, Honduras, dan Negara-negara kecil yang ingin merdeka dari kukungan Amerika Serikat.
Di dalam dirinya tertanam kebesaran bangsa yang jarang ada tandingannya. Karena itu, sikap keras kepala dan penentangan Iran sangatlah istimewa. Dari pinggiran kota Teheran memulai perjalanan panjangnya menghapus korupsi dan para koruptor.
Presiden Ahmadinejad memiliki sikap keras kepala atau penentangan bagaikan seekor elang. Jelaslah elang adalah raja para burung. Ia selalu memantau segal perkara dari ketinggian, dan tidak mau hinggap kecuali berada di puncak. Buktinya, ia menentang kekuatan ekonomi dan militer terbear di dunia. Dia memberikan kepada para diplomatornya untuk melakukan berbagai berbagai manuver yang diperlukan.
Dua pertiga jumlah masyarakatnya yang berjumlah 70.000.000 jiwa, adalah pemuda yang berumur 30 tahun. Karena itu, tidak heran bila seorang pemuda yang masih dibawah umur 49 tahun itu menang. Dari pemudalah beliau datang. Dia memiliki lawan yang sangat berat, yaitu Sayyid Hashemi Rafsanjani. Lalu mengapa para pemuda memilih Ahmadinejad yang menimbulkan badai local di Iran?
Sebabnya adalah, ketika warga memilih, mereka tidak hanya memilih nama, tetapi dapat pula memilih program yang ditawarkan. Mereka memilih sesuai dengan harapan politik mereka, serta sesuai dengan visi Negara. Program nuklir dengan tujuan damailah yang membuatnya dipilih oleh rata-rata pemuda Iran yang melihat prospek baik ini.
Ahmadinejad menyebut dirirnya sebagai “pembersih jalan” bagi rakyat Iran. Ia mempunyai program yang sering turun ke jalanan untuk sekedar menyapu jalan. Akhlaknya dibesarkan oleh pinggiran Teheran dan keluarga yang taat. Meskipun muncul berbagai tanggapan, namun pemerintahan ini tetap menjadi sebuah pemerintahan religious-demokratis yang dibangun untuk melayani rakyat sehingga dengan pesat pertumbuhan pun mengikuti.
Ahmadinejad pernah mengatakan kepada para pelaku usaha yang menunjukan kegelisahan karena terpilihnya Nejad dengan ungkapan sebagai berikut, “ Kita akan bahu-membahu untuk meningkatkan penanaman modal dari dalam dan luar negri Iran. Memang masih ada kendala dalam tubuh birokrasi kita yang dapat membahayakan dunia investasi Iran, naumn Iran akan terus maju dan berkembang, dengan kemandiriannya sendiri, dan Iran ama sekali tidak butuh bantuan Amerika Serikat untuk menempuh jalan ini”.
Ia juga menyerukan pembangunan hubungan yang lebih erat dengan tetangga-tetangga Iran dan mengurangi prosedur traveling di antara mereka. Sebenarnya, Ahmadinejad tergolong memiliki kesiapan paling minim untuk merebutkan kursi kepresidenan untuk melanjutkan dialog dengan Barat, sementara itu Nejad malah menentang hubungan antara Iran-Amerika di tengah iklim kondisi saat ini.
Ahmadinejad menyangkal keras adanya keinginan negaranya untuk membekali dirinya dengan senjata nuklir. Ktanya, “Kami tidak membutuhkan semua itu, sebab ini tidak sesuai dengan kultur budaya kami dan akidah Islam kita”.
Dalam politik luar negri, Ahmadinejad mengedepankan prinsip-prinsip keadilan, kedamaian, kerukunan, dan usaha membangun hubungan yang baik. Dia berkata, “Saya selalu siap menjalin kerjasama dengan negara manapun yang tidak memusuhi Iran.” Dia juga menegaskan perlunya menjalin kerja sama dalam bidang nuklir dengan Uni Eropa. Dan dia juga mengingatkan pentingnya sikap saling percaya bahwasanya Iran memang butuh teknologi nuklir untuk memnuhi kebutuhan energinya dan tujuan-tujuan medis dan ilmiah. Jadi hendaknya Negara lain tetap menghormati hak Iran untuk mengembangkan teknologi nuklirnya untuk tujuan damai.
Presiden Iran juga menyatakan keinginannyauntuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Arab dan Negara-negara Islam. Karena memang hubungan baik telah terjalin selama ini, namun hubungan baik itu dapat ditingkatkan. Berkaitan dengan itu, berikut beberapa kutipan pernyataannya, “Kita akan terus meningkatkan hubungan dengan negara-negara Islam dan Negara-negara Arab yang lain.” “Sesungguhnya peningkatran hubungan dengan Negara-negara Teluk menjadi prioritas kebijakan politik luar negri kita.” “Teluk Persia adalah teluk kedamaian dan keadilan.” “Saya akan selalu mengulurkan tangan saya kepada semua orang, dan saya akan terus mencoba menjalin hubungan baik dengan pihak manapun kecuali Israel.”
Pernyataan-pernyataan ini secara implisit membimbing Islam menuju kebangkitan Islam. Islam mampu bergerak mengikuti langkah-langkahnya dalam berpolitik. Islam membutuhkan orang yang seperti dia karena itu Islam mampu untuk bangkit.

f. Pangeran Diponegoro
Penulis ingin menjelaskan sedikit tentang kisah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang membuat penulis melirik beliau. Beliau adalah salah satu tokoh yang mampu membuat kerisauan bagi Belanda. Belanda masa itu mengalami kerugian yang sangat besar dalam peperangan melawan Diponegoro. Sampai-sampai Belanda mewajibkan kerja paksa kultur stelsel^ sebagai pengembalian dari perang melawan Diponegoro.
Pangeran Diponegoro, beliau adalah salah satu keturunan keraton Jogjakarta. Panggilan masa kecilnya adalah pangeran Antawiryo. Beliau memiliki keinginan untuk membebaskan perbudakan dari rakyat. Ia juga berkembang menjadi seorang kyiai yang sangat dikasihi oleh rakyatnya. Beliau selalu, dengan kudanya Kyai Gentayu, mengelingi bukit-bukit daerah pertanian yang miskin, yang sebagian besar sawahnya direnggut oleh Belanda. Beliau sangat peka kepada rakyat dan keras terhadap Belanda dan bahkan orang-orang keraton sendiri, yang telah menjadi boneka Belanda. Beliau berjanji akan menumpas kemiskinan sehingga rakyat mau membantu dan simpatik kepadanya.
Ketika pangeran Diponegoro menemui kemelut ketika berunding dengan Belanda dan pihak keraton, bahkan hamper berujung pada pertumpahan darah. Beliau pulang ke rumahnya di atas bukit. Bukit itu awalnya adalah sepi, di rumahnya istrinya menunggu kedatangannya.
Sesampainya di rumah, beliau bercengkrama dengan istrinya agak dan sesekali membicarakan masalah rakyat. Tanpa disangka-sangka, ada seseorang yang memanggilnya di luar pintu pagarnya. Ketika melihat ke belakang, ia melihat padukannya yang sangat besar, hingga bukit yang tadinya sepi menjadi penuh dengan pasukannya, telah menanti beliau dengan berbagai perlengakapan perang yang ada terlebih tombak. Mereka berbaris dengan rapi menanti komando dari beliau. Betapa kentalnya persatuan islam saat itu. Dari sanalah terdeklarasikanlah perang hingga merusak perekonomian Belanda. Itulah persatuan islam yang pernah ada di Indonesia sampai-sampai rakyatnya mengikuti beliau tanpa diminta.
g. Baharudin Jusuf Habibie
Baharuddin Jusuf Habibie adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Dia dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan dan belajar teknik mesin di Institut Teknologi Bandung tahun 1954. Pada 1955-1965 dia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingineur pada 1960 dan gelar doktor ingineur pada 1965 dengan predikat summa cum laude. Dia kemudian bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm di Hamburg, hingga mencapai puncak karir sebagai wakil presiden bidang teknologi. Pada 1973 kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto.
Karir di Indonesia
Sebelum menjabat Presiden, B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (Maret 1998 - 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto dan Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Pada masa jabatannya sebagai menteri ia pun diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).
Pemikirannya tentang Islam
Baharudin Yusuf Habibie adalah orang yang bisa terbilang satu dari sekian ribu orang cendekiawan yang ada di negara Indonesia. Bukan hanya cendekiawan biasa, ia memiliki pemikiran untuk memajukan pendidikan di Indonesia yang bermayoritas muslim. Pada pertemuan di ruang gedung serba guna MAN Insan Cendikia Serpong. Belau hadir untuk menyampaikan pemantapan visi dan misi sekolah ini. Belau menyampaikan, “Apabila ingin menguasai Indonesia, maka kuasailah Universitasnya. Satu-satunya jalan adalah dengan membuat sekolah SMA bekualitas sehingga dapat bersaing dengan sekolah lainnya, juga sebagai calon pemimpin bangsa nantinya.”

Kebangkitan Islam yang Pertama Dalam Segi Peperangan

Filed under: Uncategorized

a. Perang Badar
Perang Badar, berawal dari terisarnya kabar tentang rencana datangnya kafilah dagang Quraisy dibawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb. Mendengar hal tersebut, Rosullullah saw mengajak kaum msulimin untuk mencegat dan merampas kafilah dagang tersebut, sebagai ganti atas kekayaan mereka yang dirampas sebagian kaum Musyrikin di Mekah. Anjuran ini disambut baik oleh sebagian kaum Muslimin karena mereka tidak menyangka akan terjadi peperangan.
Di tengah perjalanan, Abu Sufyan mendengar bahwa kafilahnya akan dihadang oleh pasukan nabi saw. Setelah mendengar hal ini, seluruh kaum Quraisy keluar untuk memberi bala bantuan kepada kafilah dagang tersebut. Tidak seorang pun petinggi Quraisy yang tertinggal sehingga sampai berjumlah lebih dari seribu orang.
Sementara itu, menurut riwayat Ibnu Ishaq, Rosullullah keluar bersama 314 sahabatnya pada suatu malam di bulan Rhamadan dengan membawa 70 ekor unta. Setiap ekor unta ditunggangi secara bergantian oleh dua atau tiga orang. Mereka tidak mengetahui tentang keberangkatan kaum Quraisy tersebut. Pada saat itu, Abu Sufyan dapat lolos dari bahaya dengan menyusuri mata air Badr ke arah Mekkah.
Setelah mendengar berita keberangkatan kaum Quraisy, Rosullullah saw segera meminta pandangan dari sahabat-sahabatnya saw. Kaum Muhajirin memandang baik dan mendukung beliau. Salah satu diantaranya adalah Al-Miqdad bin Amr dengan tegas menyatakan, “Ya Rosullullah, katakanlah apa yang diperintahkan Allah kepada Anda. Kami akan tetap bersama Anda…”Akan tetapi, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam terus memandang ke arah kami seakan meminta keteguhan hati kami. Rosulullah saw sepertinya menginginkan jawaban di kala saat genting seperti ini. Kami berniat, “Demi Allah dan Rosul-Nya.”
Perang dengan perbandingan tidak seimbang tersebut akhirnya berkecamuk. Pasukan Islam dengan keyakinannya bahwa Allah swt tidak akan meninggalkan mereka, berperang dengan sekuat tenaganya. Islam akhirnya menang dengan gemilang yang menandakan awal perkembangan Islam selanjutnya.

b. Fathu Mekkah
Jelaslah kemenangan Islam merebut Mekkah dalam hal ini telah membuktikan bahwa kebenaran akan mengalahkan yang bathil. Pasukan nabi saw yang begitu besar mengagetkan umat Quraisy yang tinggal di Mekah. Nabi Muhammad saw telah membawa kemenangan bagi umatnya yang juga menandakan pula berakhirnya zaman Mekkah yang dipenuhi dengan berhala kepada Allah swt yang satu Tiada Tuhan selain Allah. Beranjak dari sanalah awal kemenangan-kemenangan untuk kebangkitan Islam yang selanjutnya dimulai.

c. Perang Pembebasan Yerusalem Zaman Umar ibnul Khattab
Kebanyakan orang Barat apabila ditanya mengenai tiga agama monoteistik, maka yang paling keras mereka akan meneriakkan: “Islam!”. Selama ratusan tahun, orang-orang Kristen Barat menganggap Islam sebagai “agama pedang”. Tetapi ini sungguh bukanlah kebenaran. Mari kita simak tentang proses perang salib, penulis hanya menukilkan kejadian tentang pembebasan Yerusalem.
Sekitar empat abad setelah perang salib pertama meletus, setelah terjadinyaperang yarmuk^, pasukan kaum muslimin melanjutkan ekspedisi ke seluruh negri. Pasukan utama Abu Ubaidah^ dan Khalid ibnu Al-Walid^ meneruskan gerakan mereka ke utara negeri Syam^, sementara itu kontingen pasukan Islam dibawah komando Amru bin Ash dan Syurahbil tetap bertahandi wilayah selatan negri Syam, yang meliputi Palestina dan Yordania.
Mengetahui islam meninggalkan Yarmuk, Artabus, Gubernur imperium Romawi Timur, Byzantium^, menghimpun pasukannya kembali ke Ajnadin dan mengadakan serangan balasan guna mengusir pasukan kaum muslimin yang ada di Suriah. Pertarungan palagan Ajnadin yang berlangsung di penghujung tahun 636 M berlangsung dengan ganas dan akhirnya dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin. Artabunus dan sisa pasukannya kabur ke Yerusalem.
Dari Ajnadin, seluruh pasukan muslimin bergerak ke seluruh penjuru Yordania dan Palestina. Kota-kota Sabtah, Nablus, Bait-Jibril, dan lainnya^ berhasil dibebaskan oleh pasukan kaum muslimin. Pembebasan tinggal menunggu waktu. Kota suci bagi tiga agama itu dipertahankan dengan sangat kuat. Kota suci Yerusalem diliputi dengan benteng-benteng yang kokoh dan di sekitarnya digali parit-parit yag dalam dan terjal. Jika musuh menyerang, parit-parit itu tinggal diberi sulfur yang panas membara. Siapapun yang menyerang Yerusalem sungguh ia akan mendapatkan kerugian yang sangat banyak.
Saat pasukan Muslim mendekati Yerusalem di awal taun 637M, musim dingin masih menusuk tulang. Meski demikian, pengepungan dengan kota ini masih dikepung dengan sangat ketat. Amru bin Ash, panglima kaum muslimin di wilayah selatan, tidak tega pasukannya mengepung dengan kondisi kedinginan seperti itu. Ia ingin operasi pembebasan itu tidak berlama-lama dan segera dituntaskan. Amru bin Ash menulis sepucuk surat minta Abu Ubaidah untuk memberi bala bantuandi Suriah. Di Suriah, pasukan Abu Ubaidah sudah menaklukan seluruh utara Suriah dengan keseluruhan, sehingga bisa dengan ceat memberi bala bantuan ke selatan.
Berita kedatangan bala bantuan tersebut membuat kaum Kristen danYahudi di Yerusalem menciut. Mengingat Yerusalem adalah kota suci, kaum muslimin sebenarnya enggan menumpahkan darah di sana. Sementara itu, kaum Kristen yang sedang berindung tersebut, sadar bahwa kekuatan mereka tidak akan mampu membendung kekuatan islam. Menyadari hal tersebut, maka Patriach Yerusalem, Uskup agung Sophronius, mengajukan perjanjian damai. Perjanjian damai tersebut disambut baik oleh Panglima Amru bin Ash, sehingga Yerusalem direbut damai tanpa pertumpahan darah sedikitpun.
Walau demikian, Uskup Agung Sophronius menyatakan kota suc ini hanya akan diberikan kepada tokoh terbaik di antara kaum muslimin, yakni khalifah Umar bin Khattab Radiallahu anhu. Dia ingin Amirul Mukminin sendiri yang mendapat kehormatan tersebut. Biasanya, hal ini langsung ditolak oleh pasukan yang menang. Namun tidak demikian dilakukan kaum Muslimin. Bisa jadi, warga Kristen masih trauma dengan perebutan Yerusalem oleh tentara Persia dua puluh tahun yang lalu di mana mereka melakukan perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, dan juga penajisan tempat-tempat suci. Sebab itu, ia ingin Amirul Mukminin sendiri yang menjamin.
Panglima Abu Ubaidah memahami psikologis tentara Yerusalem tersebut. Ia segera meneruskan permintaan tersebut kepada Khalifah Umar ra di Madinah. Khalifah Umar segera membuat rapat majelis Syuro untuk mendapat nasehat. Utsman bin Affan beranggapan untuk tidakk perlu mengikuti tawaran tersebut karena pasukan Rmawi Timur sudah kalah dan pasti segera menyerahkan diri. Namun Ali bin Abi Thallib berpandangan lain. Menurut Ali, Yerusalem adalah kota suci tiga agama yakni Yahudi, Kristen, dan Islam, dan sehubungan dengan hal itu, maka alangkah baiknya apabila Amirul Mukminin sendiri yang mengambilnya. Kota itu adalah kiblat pertama kaum Muslimin, tempat singgah perjalanan Rosulullah Shallahu’alaihi wasalam pada saat beliau berisra’ dan dari kota itu pula beliau bermi’raj. Kota itu menjadi saksi hadirnya nabi Daud as, Nabi Sulaiman as, Nabi Ibrahim as, dan Nabi Isa as. Umar ra akhirnya mengikuti pandangan Ali dan segera berangkat ke Yerusalem. Sebelum berangkat, ia ra mengangkat Ali untuk menggantikan tugasnya di Madinah selama dirinya tidak ada.
Kepergian Umar hanya ditemani seorang pelayan dan seekor unta yang ditungganginya secara bergantian.
d. Perang Salib
Perang salib dimulai karena perebutan kota Yerusalem sejak direbutnya wilayah itu dari kaum muslimin pada Juni 1099 M. Sehingga mengembalikan kedudukan Yerusalem kepada Kristen dan Yahudi. Penulis sedikit mencuplik tentang kejadian perang salib menjelang detik-detik kemenangan Islam oleh Solahudin Al-Ayyubi. Setelah kematian pemimpin Yerusalem bernama King Baldwin. Tampuk kepemimpinan berubah ke tangan Guy De Lusignan. Guy sendiri dalam keadaan perang melawan Islam karena serangan Reynald De Catillon ke Madinah apalagi ke Mekah telah membuat Islam berusaha menyerang kembali mereka.
Islam pada awalnya telah membuat strategi agar mengeluarkan mereka (pasukan Guy De Lusignan) dari Yerusalem dan merebut kota suci tersebut. Islam tidak mampu mengeluarkan mereka karena kuatnya pertahanan penuh Yerusalem.
Guy De Lusignan sendiri mengalami dilema. Ia telah mengikuti nasihat Raymund di tahun 1183 dan ia terikat, sebagai seorang raja feodal, untuk menolong para pengikutnya di Tiberias. Akibat sebuah pembantaian (Cresson), ia cenderung menjauh dari nasehat Reynald De Catillon yang berani untuk keluar melawan Islam tetapi cenerung kepada Reymund. Di akhir penghujung pertemuan dengan dewan perang, ia memutuskan untuk memihak Raymund. Sayangnya, ia selalu memperhatikan pertemuan terakhir apabila disampaikan dengan tegas. Larut Malam, Gerard dari Ridford (pahlawan “Cresson”), diam-diam mendatangi tenda Guy dan mencacinya habis-habisan karena mendengar nasihat pengkhianat, Raymund.
“Ini tugas pertama yang jatuh di tanganmu sejak kau diberi mahkota. Ketahuilah baik-baik, lebih dari sekedar melihat, bahwa para Knight Templar (kesatria kuil yang menyimpan sifat Yahudi di tengah-tengah kristen dan banyak ditemukan dalam buku The Da Vinci Code) akan meninggalkan jubahputih mereka (jubah mereka menggunakan jubah putih yang berlambang Salib) dan menjual serta menggadaikannya, jika penghinaan yang dilakukan oleh kaum Sarasin (Kaum Islam di Mesir, ketika mereka menyerang Mesir dan ditolong oleh Salahudin dengan pasukan yang berjumlah sangat besar) padaku dan mereka semua tidak dibalaskan. Pergilah dan umumkan ke seluruh tentara bahwa mereka semua harus mempersenjatai diri dan setiap diri harus mempersenjatai diri dan mengikuti sahabatnya untuk moral Salib Suci.”
Seperti biasa Guy melakukan apa yang dikatakan Gerard. Para tentara mulai mengatur diri dan pergi ke Tiberias. Salahudin seakan tidak percaya akan keberuntungannya melihat kaum tersebut jatuh begitu saja ke perangkapnya. Kristen telah mengubah mereka mengabaikan penalaran militer dan telah terdorong untuk berperang di atas panji mereka. Ketika itu kerajaan Yerusalem tidak terlindungi dan bisa dihancurkan dengan mudah.
Tentara Kristen berjalan menyusuri lembah-lembah Galilea yang panas terik, terbebani pakaian dan alat tempur mereka. Perjalanan yang seharusnya memakan waktu beberapa jam sehingga membutuhkan waktu hingga sepanjang hari. Salahudin mengirimkan pemanah-pemanah jitu untuk mengintai barisan belakang mereka dan mengincar tentara yang terpisah sendirian.
Salahudin membendung persediaan air mereka dan banyak sumur dan mata air dikeringkan, sehingga para prajurit Kristen menjadi gila dari kehausan. Akhirnya mereka sampai kepada laut Galilea dan menyadari bahwa persediaan air mereka telah dihadang oleh pasukan Salahudin. Raja terus didesak untuk bertempur menembus penghadang itu oleh para baron (sejenis Uskup kecil)dan merebut danau, tetapi Guy tergetak oleh penderitaan para prajuritnya dan para knight templar untuk berkemah malam itu. Para Baron menyangka bahwa ada sebuah sumur di tempat perkemahan mereka, tetapi ketika mereka telah tiba, mereka mendapati sumur itu telah kering. Raymund dari Tripoli berteriak keras, “Ah, Tuhanku, perang telah berakhir. Kami telah mati. Kerajaan telah usai.”
Penderitaan tentara Kristen , kebanyakan dari mereka mengalami dehidrasi yang membahayakan, ditambah lagi tentara muslim yang membakar api unggun yang asapnya diarahkan keperkemahan mereka. Di sana, tentara Islam masih segard dan siap melihat kemenangan di depan mata mereka dan dalam genggaman mereka.
Akhirnya, pada tanggal 3 Juli malam itu, bertpatan dengan malam 17 atau 27 Ramadhan, malam tersuci dalam kalender muslim, karena saat itulah nabi Muhammad saw menerima wahyu pertama dari Tuhan. Seperti dikatakan Al-Qur’an, malam lailatul Qodar ini lebih baik daripada seribu bulan.
“Pada malam itu turun malaikat dan malikat Jibril dengan izin Tuhan untuk mengatur semua urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar” (QS Al-Qodar [97]:4-5).
Sementara mereka menunggu fajar tiba, para lelaki pasukan Salahudin menanti-nanti hukum Allah. Sekretaris dan wakil Solahudin Al-Ayubi, Imadudin al-ishfahani memandang malam Qodar tahun itu sebagai pemisah antara yang bathil dan yang benar :
“Malam memisahkan kedua sisi dan kavaleri memisahkan kedua jalan. Islam melewati malam itu berhadapan dengan kaum tak beriman, jalan Allah melawan jalan Trinitas, jalan kebenaran memandang rendah kesalahan, iman menentang politheisme. Sementara beberapa tempat di neraka menyiapkan diri dan beberapa tempat di Surga member selamat untuk mereka sendiri. Malik [penjaga neraka] menanti dan Ridwan [penjaga surge} bergembira.”
Kristen memandang ada makna Ilahiah yang penting pada tanggal penaklukan Islam pada tahun 1099. Jihad ini bukanlah perang biasa para prajurit Allah pimpinan Salahudi, tetapi sebuah perang besar dan tindakan besar sejarah dunia.
Setelah fajar mengakhiri malam Lailatul Qodar, serangan tentara muslim dimulai. Infantri Kristen hanya bisa memikirkan air yang tampak dari laut Galilea. Mereka dihalau kembali ke pinggir lembah, dibunuh dan ditawan. Ratusan berbaring di pinggir lembah dengan mulut terluka dan bibir pecah-pecah. Raymund dari Tripoli berhasil mendobrak tentara muslim, tetapi mereka dihalau kembali dengan kepungan barisan di belakang mereka.Raymund berhasil lolos namun akhirnya meninggal dengan penuh amarah dan kedukaan bahwa selama ini Tuhannya tidak menolongnya. Balian dari Ibelin juga berjuang keras untuk keluar dari perang dan dia menjadi Kristen terakhir yang keluar. Pada saat itu Salahudin tahu ketika melihat kemah di Tanduk Hittin bahwa itulah tempat raja berlindung. Pada saat itu Salahudin tahu bahwa impiannya menjadi kenyataan. “Ayahku turun dari pelana kuda dan bersujud kepada-Nya,” kenang Afdhal, “bersyukur kepada Allah dengan tangis bahagia.” Tentara Kristen kalah telak dan Kerajaan Yerusalem telah tumpas.
Setelah pertempuran, Salahudin mendapat dua tawanan perang penting yang langsung dibawa ke tenda: Raja Guy De Lusignan dan Reynald De Catillon. Salahudin memberi sekantung air yang berasal dari gunung Hemon kepada Guy, yang kemudian meminumnya, dan memberi kantung itu kepada Reynald. Menjadi kebiasaan masyarakat Arab bahwa seorang tuan tidak boleh membunuh orang yang telah diberi makan dan minum. Ketika ia melihat Renald minum, ia menegaskan ia tidak memberi izin ia untuk minum.”Karena itu tidak usah untuk memberi belas kasihan,” kata Salahudin. Salahudin kemudian mengambil pedangnya dan kemudian memenggal leher Reynald. Kemudian Reynald diseret ke kaki Guy, sehingga ia ketakutan. Namun kepada Reynald, seorang raja tidak boleh membunuh raja lain dan dia tegaskan baik-baik bahwa Renald hanya dieksekusi karena telah melakukan kejahatan dan pengkhianatan yang begitu besar. Guy kemudian dibawa ke Damaskus sebentar kemudian dibebaskan.
Peperangan dilanjutkan ke Yerusalem dengan mengerahkan pasukan Salahudin menuju Yerusalem setelah kemenangan melawan pasukan Guy De Lusignan dan Reynald De Catillon. Yerusalem kala itu tinggal di ujung tanduk, hanya menunggu beberapa langkah saja tentara Muslim mampu menguasai Yerusalem. Penduduk di sana sedang berada dalam kekalutan di tengah tidak ada orang yang cakap dalam memimpin pasukan tersebut. Di luar, tentara Muslim menunggu supaya penduduk menyerah dan pergi meninggalkan Yerusalem secara tenang. Di luar pun, Balian dari Ibelin meminta izin kepada Solahudin Al-Ayyubi untuk masuk ke dalam untuk waktu satu malam dengan janji hanya ingin bertemu Isabella yang seorang ratu Yerusalem. Ketika di dalam Balian didesak oleh rakyat Yerusalem untuk memimpin peperangan melawan tentara Islam. Melihat kondisi itu, Balian dari Ibelin keluar untuk bertemu dengan Solahudin dalam hal menanyakan pendapatnya tentang kondisi rakyatnya tersebut. Solahudin pun memandang dan memutuskan untuk melepas ikatan janji Balian yang sebelumnya hanya untuk menemui Isabela menjadi seorang panglima perang Yerusalem untuk mempertahankan benteng Yerusalem.
Perang antara dua pemimpin yang menjunjung tinggi moral ini pun bergejolak dan menghasilkan sebuah perang pertahanan yang sangat penting dalam sebuah peradaban di masa yang akan datang. Islam pun menang dengan baik tetapi setelah pemimpin musuh, yakni Balian dari Ibelin meminta Solahudin Al-Ayyubi untuk membebaskan mereka tanpa syarat. Kemenangan ini adalah kebaikan terbesar bukti dari perjanjian-perjanjian Islam selama ini. Islam menang dengan tanpa membumbungkan dan mengucurkan banyak darah di kota suci awal kiblat umat Islam tersebut. Iman kala itu menang melawan kekafiran dan kini menjadi tema besar dalam kehidupan sejarah Yahudi, Islam, maupun Kristen. Inilah kebangkitan Islam yang menjadi sejarah panjang peradaban hingga saat ini.

November 23, 2007

Persekongkolan Blok Kafir Terhadap Islam

Filed under: Uncategorized

Iblis, sejak awal adalah musuh bagi manusia terutama yang beriman kepada Allah swt. Islam secara terang-terangan menegaskan ini dalam Al-Qur’an dan Hadits. Iblis, syetan, dan para pengikutnya sejak awal ingin menghancurkan peradaban islam. Usaha mereka telah ada sejak zaman pertama kalinya adanya kesalahan Di dalam Al-Qur’an pun secara tegas menerangkan bahwa syetan bias berwujud pula jin dan manusia. Pergolakan antara kebenaran dan kebatilan bermula sejak Iblis menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Kesombongannya ini menjadikan syetan musuh yang paling nyata bagi manusia. Maka, ia bersumpah untuk menegakkan kebatilan di muka bumi dan menyesatkan umat manusia, terutama hamba-hamba Allah yang ingin beriman kepada-Nya. Itulah perlawanan yang paling berat yang diterima oleh para Nabi dan Rosul. Allah menjelaskan dalam ayatnya (yang artinya), "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)…"(Al-An’am :112).

Kebatilan akan terus melahirkan kezaliman-kezaliman yang akan berujung pada kehancuran. Sedangkan kemenangan berada di pihak kebenaran, cepat atau lambat. Firman Allah swt, "Dan katakanlah : ‘Yang benar telah datang, Yang batil telah lenyap.’ Sungguh yang batil sudah pasti akan lenyap." (Al-Isra’ : 81)

Kemenangan dalam islam adalah suatu yanga pasti datang melalui keterang Al-Qur’an tersebut. Amerika sedang memimpin kebatilan saat ini dan dia akan berusaha mencari akal untuk menghancurkan islam saat ini. Tapi, "Dan mereka merencanakan maker dengan sungguh-sungguh dan kami merencanakan maker (pula), sedang mereka tidak menyadari." (An-Naml :50)

Kezaliman tidaklah sendirian, mereka selalu bersekongkol untuk menghancurkan islam dengan bantuan teman-temannya.Sesuai dengan Friman Allah swt, "Dan sungguh, orang-orang zalim sebagian menjadi penolong bagi sebagian yang lainnya, dan Allahlah pelindung orang-orang yang bertakwa." (Al-Jatsiah: 19). Penulis sedikit mengajak para pembaca agar melihat, bagaimana persengkongkolan dalam blok kafirtersebut terjadi dengan sangat signifikan.

Menurut Samuel P. Hangtington, penasihat pemerintah AS, musuh berikutnya adalah Islam. Maka, langkah pun dirancang. Amerika mencoba menyerang Islam dan menghancurkannya. Sampai suatu saat, semua gerak langkah mereka dipersempit. Terutama setelah proses Etnic Cleansing di Bosnia. Perjuangan Kashmir, perjuangan di Filipina Selatan, dan lain-lain. Rupanya, rekayasa 11 September sebagai entri point untuk perang total melawan islam. Sasarannya adalah tempat perdagangan WTC dan dengan itu pula Amerika menganggap aksi terorisme. Tidak ada terorisme dalam islam, semua itu adalah proses untuk menyerang kegiatan bisnis umat Islam. Firman Allah swt, " Hai orang-orang yang beriman,sukakah kamu Aku tunjukkan suatuperniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari adzab yang pedih? (Yaitu) Kamu beriman kepada Allah dan Rosul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya." (Ash-Shaf: 10-11)

Merekalah yang betul-betul mengubah opini dunia bahwa perjuanngan Amerika adalah perjuangan melawan terorisme. Padahal, Negara itulah yang pantas disebut sebagai terrorist yang telah menginvasi secara berlebihan Negara-negara berdaulat, sperti Afghanistan, Irak, Somalia, Thailand, dan lain-lain. Negara itu telah bersekutu dengan Negara Israel dengan jajaran intelejen yang canggih.

Mereka akan menjajah fisik dengan senjata.

Mereka akan menjajah agama dengan kristenisasi

Mereka akan menjajah otak dengan orientalisme dan kapitalisme

Assalamu’alaikum, Salam Kenal

Filed under: Uncategorized

Reza Arif Fadillah, dengan nama panggilan Reza. Dia lahir di Serang pada waktu 16 Desember 1990. Dia sedang menempuh jenjang SMA di MAN Insan Cendikia Serpong. Selain memikirkan tentang Islam, hobinya adalah memikirkan tentang struktur di alam yang menghubungkan tentang hidupnya di dunia dan hidupnya di akhirat kelak. Dia pernah menjadi seorang imam di sekolahnya, meski begitu dia merasa belum terlalu cukup ilmu tentang agama. Dia menjadi tutor mengaji yang setiap hari selalu mengkaji tetnag hadist-hadist shohih Bukhari, Muslim, dan Rhiyadus Shalihin.

Dia memiliki sedikit pengalaman dalam divisi OSIS Sosmas (Sosial Masyarakat) di MAN Insan Cendekia periode 2006-2007, dia mampu melihat kesukaran orang lain. Dia mengenal seorang anak yatim, dengan pertemuannya dengan anak tersebut, dia menganggap dia sebagai adik angkatnya. Karenanya, dia berubah cita-cita agar kelak ingin membangun sebuah panti asuhan. Melihat seorang anak yang bercita-cita membuat usaha di daerahnya, dia langsung membuat keinginan bersama untuk meningkatkan ekonomi rakyat. Dia ingin membangkitkan Islam dan berjihad di jalan Allah swt dengan tidak lupa untuk berbakti kepada orang tua dan mencintai Allah juga Rosul-Nya. Keinginan paling kuatnya adalah untuk menancapkan bendera Laa Ilaaha Illa Allah di bulan.

Dia kini kelas XII IPA. Melihat pemerintah DKI Jakarta menetapkan aturan untuk menangkap para pengemis di jalan di jalan, pikirannya langsung menjurus ke arah politik. Dia menilai pemerintah belum bisa mengentaskan kasus busung lapar daerah mereka. Pengalamannya dengan ulama-ulama di sekolahnya dan program les bahasa Jerman, Inggris, dan Koreanya membuatnya menyadari betapa pentingnya kebangkitan Islam. Dia mulai mewawancarai mereka tentang Islam di negara-negara guru-gurunya.

Sejarah Kekristenan

Filed under: Uncategorized

Pengaruh Nabi Isa terhadap sejarah kemanusiaan begitu jelas dan begitu besar. Akan halnya kekristenan, tak adalah kiranya masalahnya. Dalam perjalanan sang waktu tak salah lagi agama ini sudah memperoleh pemeluk lebih besar dari agama lain yang mana pun juga. Nabi Isa meletakkan dasar-dasar pokok gagasan etika kekristenan termasuk pandangan spiritual serta ide pokok mengenai tingkah laku manusia. Sedangkan teologi Kristen dikelola dasar-dasarnya oleh St. Paul. Isa mempersembahkan pesan-pesan spiritual sedangkan St. Paul menambahkannya ke dalam bentuk pemujaan terhadap Isa, di sanalah letak kesalahan St. Paul. Lebih dari itu, St. Paul merupakan penulis bagian-bagian penting Perjanjian Baru dan merupakan penganjur pertama orang-orang agar memeluk Agama Nasrani pada abad pertama lahirnya agama itu.

Nabi Isa terhitung berusia muda tatkala "mangkat", dan yang ditinggalkannya hanya sejumlah terbatas pengikut. Tatkala Isa mangkat, pengikutnya cuma terdiri dari sejumlah kecil sekte Yahudi. Baru lewat tulisan-tulisan St. Paul dan kegigihan khotbahnya yang tak kenal lelah, sekte kecil itu diubah menjadi kekuatan dinamis dan merupakan gerakan yang lebih besar, baik terdiri dari orang Yahudi maupun bukan. Dari situlah tumbuh menjadi salah satu agama besar dunia.

Akibat hal-hal itu sementara orang beranggapan St. Paul-lah dan bukan Isa yang lebih layak dipandang sebagai pendiri Agama Nasrani. St. Paul adalah wujud dari ajaran nabi Isa. Dalam perkembangan sebenarnya nabi Isa idak dapat disalahkan atas kejadian-kejadian yang di antara mereka -misalnya perang agama antar mazhab-mazhab Nasrani, penyembelihan kejam dan pemburuan terhadap orang Yahudi- merupakan kontradiksi dengan sikap dan ajaran Isa. Rasanya tak beralasan menganggap bahwa perbuatan itu disetujui oleh nabi Isa.

Di samping itu walau ilmu pengetahuan modern pertama kali tumbuh di negeri-negeri pemeluk Nasrani di Eropa Barat tapi rasanya tidak kena kalau hal itu dianggap sebagai tanggung jawab Isa. Dengan sendirinya tak seorang pun di antara para pemuka pemeluk Kristen menafsirkan ajaran Isa sebagai suatu seruan untuk melakukan penyelidikan ilmiah terhadap dunia dalam arti fisik. Yang terjadi justru sebaliknya: berbondong-bondongnya masyarakat Romawi memeluk Agama Nasrani mengakibatkan merosotnya baik dasar umum teknologi maupun tingkat umum minat terhadap ilmu pengetahuan.

Kisah kehidupan Isa jika dikaitkan dengan Perjanjian Baru tentulah sudah tidak asing lagi bagi para pembaca, karena itu bisa membosankan jika dikunyah-kunyah lagi. Tapi, ada juga segi-segi yang masih layak dicatat. Pertama, sebagian terbesar informasi yang kita peroleh tentang kehidupan Isa tidak karu-karuan, simpang-siur tak menentu. Bahkan kita tidak tahu siapa nama aslinya. Besar kemungkinan nama aslinya Yehoshua, sebuah nama umum orang Yahudi (orang Inggris menyebutnya Yoshua). Dan tahun kelahirannya pun tidaklah pasti, walaupun tahun 6 sebelum Masehi dapat dijadikan pegangan.

Bahkan tahun wafatnya pun yang mestinya diketahui dengan jelas oleh para pengikutnya, juga belum bisa dipastikan hingga hari ini. Isa sendiri tidak meninggalkan karya tulisan samasekali, sehingga sebetulnya segala sesuatu mengenai peri kehidupannya berpegang pada penjelasan Perjanjian Baru. Ini menjelaskan kebenaran Al-Qur’an yang menganggap bahwa nabi Isa telah diangkat ke hadirat-Nya, tidaklah mati.

Malangnya, ajaran-ajaran nabi Isa bertentangan satu sama lain dalam banyak pokok masalah. Matthew dan Lukas menyuguhkan versi yang samasekali berbeda mengenai kata-kata akhir yang diucapkan Isa. Kedua versi ini sepintas lalu tampak berasal dari kutipan-kutipan langsung dari Perjanjian Lama.

Sesungguhnya bukanlah barang kebetulan Isa mampu mcngutip dari Perjanjian Lama. Sebab, meskipun Isa pemuka Agama Nasrani, dia sendiri sebetulnya seorang Yahudi yang taat. Sudah sering sekali ditunjukkan bahwa Isa dalam banyak hal teramat mirip dengan nabi-nabi kaum dari Perjanjian Lama dan dia terpengaruh secara mendalam dengan mereka. Seperti halnya nabi-nabi, Isa memiliki pesona personalitas luar biasa yang meninggalkan kesan mendalam dan tak terhapuskan begitu bertemu dengannya. Isa seorang yang mempunyai daya kharisma dalam arti yang sesungguh-sungguhnya .

Matthew 5:43-44:

Kamu dengar apa yang dikatakan bahwa kamu harus mencintai tetanggamu dan membenci musuhmu. Tapi kukatakan padamu, kasihanilah mereka yang telah mengutukmu, berbuat baiklah kepada mereka yang membencimu, berdoalah buat mereka yang menaruh dendam kepadamu dan menganiayamu. Dan kalimat itu berbunyi " … janganlah melawan kejahatan. Jika mereka tampar pipi kananmu, berikan pipi kirimu juga."

Paul lebih muda sedikit dari Nabi Isa as adalah spenyebar Agama Nasrani yang paling terkemuka. Pengaruhnya dalam teologi Kristen jelas menunjukkan yang paling mantap, paling berjangkau jauh dibanding semua penulis dan pemikir Kristen lainnya.

Sesudah "mangkat"-nya Isa, orang-orang Kristen dianggap selaku pembangkang dan karenanya digasak habis-habisan. Mula-mula Paul ikut menghantam, tapi dalam perjalanan menuju Damsyik di matanya seakan terbayang Isa berbicara dengannya dan segera Paul masuk Nasrani. Ini merupakan titik balik penting dalam kehidupan pribadinya. Jika dulunya jadi ]awan dan tukang gebuk orang Kristen, kini dia berubah menjadi penyebar dan penganjur paling gigih dan paling berpengaruh untuk kepentingan Agama Nasrani.

Paul menghabiskan sisa hidupnya dengan menulis dan memperdalam ke-Kristenan. dan meraih banyak pemeluk berbondong-bondong memasuki Agama Nasrani. Selama kegiatan dakwahnya dia melakukan perjalanan kian-kemari secara kerap, baik ke Asia Kecil, Yunani, Suriah dan Palestina. Menghadapi orang-orang Yahudi, Paul tidaklah sukses, bahkan lebih sering menimbulkan pertentangan dan dalam banyak peritiwa jiwanya sering terancam. Tetapi, tak seorang pun bisa mengungguli kehebatan Paul dalam penyebaran Agama Nasrani.

Dari 27 buku Perjanjian Baru, tak kurang 14 dihubungkan dengan jasa Paul. Meskipun ilmuwan modern berpendapat 4 atau 5 buku dari 14 itu ditulis oleh orang lain, namun tak diragukan lagi bahwa Paullah orang terpenting secara pribadi menulis Perjanjian Baru. Pengaruh Paul dalam perkembangan Agama Nasrani dapat diukur dari tiga hal. Pertama, sukses besarnya dalam penyebaran agama. Kedua, tulisan-tulisannya yang menyusun bagian-bagian penting Perjanjian Baru. Ketiga, peranannya dalam hal pengembangan teologi Kristen.

Pengaruh Paul di bidang teologi Kristen betul-betul tak terperikan besarnya. Ide-idenya termasuk hal-hal sebagai berikut: Isa tidak cuma nabi yang mengesankan tapi juga suci. Isa wafat demi dosa-dosa kita dan penderitaannya dapat membebaskan umatnya. Manusia tidak bisa melepaskan diri dari dosa-dosa hanya dengan mencoba melaksanakan perintah-perintah yang tertera dalam Injil, tapi hanya bisa dengan jalan menerima Isa sepenuh jiwa. Sebaliknya, apabila manusia menerima dan percaya Isa, segala dosa-dosanya akan dimaafkan. Paul juga menjelaskan doktrin-doktrinnya mengenai ihwal dosa (lihat Romans 5: 12:19).

Dari apa yang telah penulis sampaikan bahwa Kristen pada mulanya adalah agama yang mampu ditelaah oleh dunia Islam. Namun perkembangan zamanlah yang memulai kebatilan tersebut. Islam secara harfiah menyebut nabi Isa as sebagai salah satu utusan Allah yang telah diberi kelebihan untuk lahir dari Maryam. Sebagaimana pada penciptaaan Adam, konsep kristen cukup dekat dengan konsep yang dibawa oleh Islam. Agama secara simbolik seharusnya memegang agama baru yakni agama Islam sebagaimana Kristen, khususnya St. Paul sebagai penerus nabi Isa as, mencoba mengubah agama yang dibawa oleh Yahudi.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ben de Groot