BANGKITLAH SAUDARAKU…

November 23, 2007

Persekongkolan Blok Kafir Terhadap Islam

Filed under: Uncategorized

Iblis, sejak awal adalah musuh bagi manusia terutama yang beriman kepada Allah swt. Islam secara terang-terangan menegaskan ini dalam Al-Qur’an dan Hadits. Iblis, syetan, dan para pengikutnya sejak awal ingin menghancurkan peradaban islam. Usaha mereka telah ada sejak zaman pertama kalinya adanya kesalahan Di dalam Al-Qur’an pun secara tegas menerangkan bahwa syetan bias berwujud pula jin dan manusia. Pergolakan antara kebenaran dan kebatilan bermula sejak Iblis menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Kesombongannya ini menjadikan syetan musuh yang paling nyata bagi manusia. Maka, ia bersumpah untuk menegakkan kebatilan di muka bumi dan menyesatkan umat manusia, terutama hamba-hamba Allah yang ingin beriman kepada-Nya. Itulah perlawanan yang paling berat yang diterima oleh para Nabi dan Rosul. Allah menjelaskan dalam ayatnya (yang artinya), "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)…"(Al-An’am :112).

Kebatilan akan terus melahirkan kezaliman-kezaliman yang akan berujung pada kehancuran. Sedangkan kemenangan berada di pihak kebenaran, cepat atau lambat. Firman Allah swt, "Dan katakanlah : ‘Yang benar telah datang, Yang batil telah lenyap.’ Sungguh yang batil sudah pasti akan lenyap." (Al-Isra’ : 81)

Kemenangan dalam islam adalah suatu yanga pasti datang melalui keterang Al-Qur’an tersebut. Amerika sedang memimpin kebatilan saat ini dan dia akan berusaha mencari akal untuk menghancurkan islam saat ini. Tapi, "Dan mereka merencanakan maker dengan sungguh-sungguh dan kami merencanakan maker (pula), sedang mereka tidak menyadari." (An-Naml :50)

Kezaliman tidaklah sendirian, mereka selalu bersekongkol untuk menghancurkan islam dengan bantuan teman-temannya.Sesuai dengan Friman Allah swt, "Dan sungguh, orang-orang zalim sebagian menjadi penolong bagi sebagian yang lainnya, dan Allahlah pelindung orang-orang yang bertakwa." (Al-Jatsiah: 19). Penulis sedikit mengajak para pembaca agar melihat, bagaimana persengkongkolan dalam blok kafirtersebut terjadi dengan sangat signifikan.

Menurut Samuel P. Hangtington, penasihat pemerintah AS, musuh berikutnya adalah Islam. Maka, langkah pun dirancang. Amerika mencoba menyerang Islam dan menghancurkannya. Sampai suatu saat, semua gerak langkah mereka dipersempit. Terutama setelah proses Etnic Cleansing di Bosnia. Perjuangan Kashmir, perjuangan di Filipina Selatan, dan lain-lain. Rupanya, rekayasa 11 September sebagai entri point untuk perang total melawan islam. Sasarannya adalah tempat perdagangan WTC dan dengan itu pula Amerika menganggap aksi terorisme. Tidak ada terorisme dalam islam, semua itu adalah proses untuk menyerang kegiatan bisnis umat Islam. Firman Allah swt, " Hai orang-orang yang beriman,sukakah kamu Aku tunjukkan suatuperniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari adzab yang pedih? (Yaitu) Kamu beriman kepada Allah dan Rosul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya." (Ash-Shaf: 10-11)

Merekalah yang betul-betul mengubah opini dunia bahwa perjuanngan Amerika adalah perjuangan melawan terorisme. Padahal, Negara itulah yang pantas disebut sebagai terrorist yang telah menginvasi secara berlebihan Negara-negara berdaulat, sperti Afghanistan, Irak, Somalia, Thailand, dan lain-lain. Negara itu telah bersekutu dengan Negara Israel dengan jajaran intelejen yang canggih.

Mereka akan menjajah fisik dengan senjata.

Mereka akan menjajah agama dengan kristenisasi

Mereka akan menjajah otak dengan orientalisme dan kapitalisme

Assalamu’alaikum, Salam Kenal

Filed under: Uncategorized

Reza Arif Fadillah, dengan nama panggilan Reza. Dia lahir di Serang pada waktu 16 Desember 1990. Dia sedang menempuh jenjang SMA di MAN Insan Cendikia Serpong. Selain memikirkan tentang Islam, hobinya adalah memikirkan tentang struktur di alam yang menghubungkan tentang hidupnya di dunia dan hidupnya di akhirat kelak. Dia pernah menjadi seorang imam di sekolahnya, meski begitu dia merasa belum terlalu cukup ilmu tentang agama. Dia menjadi tutor mengaji yang setiap hari selalu mengkaji tetnag hadist-hadist shohih Bukhari, Muslim, dan Rhiyadus Shalihin.

Dia memiliki sedikit pengalaman dalam divisi OSIS Sosmas (Sosial Masyarakat) di MAN Insan Cendekia periode 2006-2007, dia mampu melihat kesukaran orang lain. Dia mengenal seorang anak yatim, dengan pertemuannya dengan anak tersebut, dia menganggap dia sebagai adik angkatnya. Karenanya, dia berubah cita-cita agar kelak ingin membangun sebuah panti asuhan. Melihat seorang anak yang bercita-cita membuat usaha di daerahnya, dia langsung membuat keinginan bersama untuk meningkatkan ekonomi rakyat. Dia ingin membangkitkan Islam dan berjihad di jalan Allah swt dengan tidak lupa untuk berbakti kepada orang tua dan mencintai Allah juga Rosul-Nya. Keinginan paling kuatnya adalah untuk menancapkan bendera Laa Ilaaha Illa Allah di bulan.

Dia kini kelas XII IPA. Melihat pemerintah DKI Jakarta menetapkan aturan untuk menangkap para pengemis di jalan di jalan, pikirannya langsung menjurus ke arah politik. Dia menilai pemerintah belum bisa mengentaskan kasus busung lapar daerah mereka. Pengalamannya dengan ulama-ulama di sekolahnya dan program les bahasa Jerman, Inggris, dan Koreanya membuatnya menyadari betapa pentingnya kebangkitan Islam. Dia mulai mewawancarai mereka tentang Islam di negara-negara guru-gurunya.

Sejarah Kekristenan

Filed under: Uncategorized

Pengaruh Nabi Isa terhadap sejarah kemanusiaan begitu jelas dan begitu besar. Akan halnya kekristenan, tak adalah kiranya masalahnya. Dalam perjalanan sang waktu tak salah lagi agama ini sudah memperoleh pemeluk lebih besar dari agama lain yang mana pun juga. Nabi Isa meletakkan dasar-dasar pokok gagasan etika kekristenan termasuk pandangan spiritual serta ide pokok mengenai tingkah laku manusia. Sedangkan teologi Kristen dikelola dasar-dasarnya oleh St. Paul. Isa mempersembahkan pesan-pesan spiritual sedangkan St. Paul menambahkannya ke dalam bentuk pemujaan terhadap Isa, di sanalah letak kesalahan St. Paul. Lebih dari itu, St. Paul merupakan penulis bagian-bagian penting Perjanjian Baru dan merupakan penganjur pertama orang-orang agar memeluk Agama Nasrani pada abad pertama lahirnya agama itu.

Nabi Isa terhitung berusia muda tatkala "mangkat", dan yang ditinggalkannya hanya sejumlah terbatas pengikut. Tatkala Isa mangkat, pengikutnya cuma terdiri dari sejumlah kecil sekte Yahudi. Baru lewat tulisan-tulisan St. Paul dan kegigihan khotbahnya yang tak kenal lelah, sekte kecil itu diubah menjadi kekuatan dinamis dan merupakan gerakan yang lebih besar, baik terdiri dari orang Yahudi maupun bukan. Dari situlah tumbuh menjadi salah satu agama besar dunia.

Akibat hal-hal itu sementara orang beranggapan St. Paul-lah dan bukan Isa yang lebih layak dipandang sebagai pendiri Agama Nasrani. St. Paul adalah wujud dari ajaran nabi Isa. Dalam perkembangan sebenarnya nabi Isa idak dapat disalahkan atas kejadian-kejadian yang di antara mereka -misalnya perang agama antar mazhab-mazhab Nasrani, penyembelihan kejam dan pemburuan terhadap orang Yahudi- merupakan kontradiksi dengan sikap dan ajaran Isa. Rasanya tak beralasan menganggap bahwa perbuatan itu disetujui oleh nabi Isa.

Di samping itu walau ilmu pengetahuan modern pertama kali tumbuh di negeri-negeri pemeluk Nasrani di Eropa Barat tapi rasanya tidak kena kalau hal itu dianggap sebagai tanggung jawab Isa. Dengan sendirinya tak seorang pun di antara para pemuka pemeluk Kristen menafsirkan ajaran Isa sebagai suatu seruan untuk melakukan penyelidikan ilmiah terhadap dunia dalam arti fisik. Yang terjadi justru sebaliknya: berbondong-bondongnya masyarakat Romawi memeluk Agama Nasrani mengakibatkan merosotnya baik dasar umum teknologi maupun tingkat umum minat terhadap ilmu pengetahuan.

Kisah kehidupan Isa jika dikaitkan dengan Perjanjian Baru tentulah sudah tidak asing lagi bagi para pembaca, karena itu bisa membosankan jika dikunyah-kunyah lagi. Tapi, ada juga segi-segi yang masih layak dicatat. Pertama, sebagian terbesar informasi yang kita peroleh tentang kehidupan Isa tidak karu-karuan, simpang-siur tak menentu. Bahkan kita tidak tahu siapa nama aslinya. Besar kemungkinan nama aslinya Yehoshua, sebuah nama umum orang Yahudi (orang Inggris menyebutnya Yoshua). Dan tahun kelahirannya pun tidaklah pasti, walaupun tahun 6 sebelum Masehi dapat dijadikan pegangan.

Bahkan tahun wafatnya pun yang mestinya diketahui dengan jelas oleh para pengikutnya, juga belum bisa dipastikan hingga hari ini. Isa sendiri tidak meninggalkan karya tulisan samasekali, sehingga sebetulnya segala sesuatu mengenai peri kehidupannya berpegang pada penjelasan Perjanjian Baru. Ini menjelaskan kebenaran Al-Qur’an yang menganggap bahwa nabi Isa telah diangkat ke hadirat-Nya, tidaklah mati.

Malangnya, ajaran-ajaran nabi Isa bertentangan satu sama lain dalam banyak pokok masalah. Matthew dan Lukas menyuguhkan versi yang samasekali berbeda mengenai kata-kata akhir yang diucapkan Isa. Kedua versi ini sepintas lalu tampak berasal dari kutipan-kutipan langsung dari Perjanjian Lama.

Sesungguhnya bukanlah barang kebetulan Isa mampu mcngutip dari Perjanjian Lama. Sebab, meskipun Isa pemuka Agama Nasrani, dia sendiri sebetulnya seorang Yahudi yang taat. Sudah sering sekali ditunjukkan bahwa Isa dalam banyak hal teramat mirip dengan nabi-nabi kaum dari Perjanjian Lama dan dia terpengaruh secara mendalam dengan mereka. Seperti halnya nabi-nabi, Isa memiliki pesona personalitas luar biasa yang meninggalkan kesan mendalam dan tak terhapuskan begitu bertemu dengannya. Isa seorang yang mempunyai daya kharisma dalam arti yang sesungguh-sungguhnya .

Matthew 5:43-44:

Kamu dengar apa yang dikatakan bahwa kamu harus mencintai tetanggamu dan membenci musuhmu. Tapi kukatakan padamu, kasihanilah mereka yang telah mengutukmu, berbuat baiklah kepada mereka yang membencimu, berdoalah buat mereka yang menaruh dendam kepadamu dan menganiayamu. Dan kalimat itu berbunyi " … janganlah melawan kejahatan. Jika mereka tampar pipi kananmu, berikan pipi kirimu juga."

Paul lebih muda sedikit dari Nabi Isa as adalah spenyebar Agama Nasrani yang paling terkemuka. Pengaruhnya dalam teologi Kristen jelas menunjukkan yang paling mantap, paling berjangkau jauh dibanding semua penulis dan pemikir Kristen lainnya.

Sesudah "mangkat"-nya Isa, orang-orang Kristen dianggap selaku pembangkang dan karenanya digasak habis-habisan. Mula-mula Paul ikut menghantam, tapi dalam perjalanan menuju Damsyik di matanya seakan terbayang Isa berbicara dengannya dan segera Paul masuk Nasrani. Ini merupakan titik balik penting dalam kehidupan pribadinya. Jika dulunya jadi ]awan dan tukang gebuk orang Kristen, kini dia berubah menjadi penyebar dan penganjur paling gigih dan paling berpengaruh untuk kepentingan Agama Nasrani.

Paul menghabiskan sisa hidupnya dengan menulis dan memperdalam ke-Kristenan. dan meraih banyak pemeluk berbondong-bondong memasuki Agama Nasrani. Selama kegiatan dakwahnya dia melakukan perjalanan kian-kemari secara kerap, baik ke Asia Kecil, Yunani, Suriah dan Palestina. Menghadapi orang-orang Yahudi, Paul tidaklah sukses, bahkan lebih sering menimbulkan pertentangan dan dalam banyak peritiwa jiwanya sering terancam. Tetapi, tak seorang pun bisa mengungguli kehebatan Paul dalam penyebaran Agama Nasrani.

Dari 27 buku Perjanjian Baru, tak kurang 14 dihubungkan dengan jasa Paul. Meskipun ilmuwan modern berpendapat 4 atau 5 buku dari 14 itu ditulis oleh orang lain, namun tak diragukan lagi bahwa Paullah orang terpenting secara pribadi menulis Perjanjian Baru. Pengaruh Paul dalam perkembangan Agama Nasrani dapat diukur dari tiga hal. Pertama, sukses besarnya dalam penyebaran agama. Kedua, tulisan-tulisannya yang menyusun bagian-bagian penting Perjanjian Baru. Ketiga, peranannya dalam hal pengembangan teologi Kristen.

Pengaruh Paul di bidang teologi Kristen betul-betul tak terperikan besarnya. Ide-idenya termasuk hal-hal sebagai berikut: Isa tidak cuma nabi yang mengesankan tapi juga suci. Isa wafat demi dosa-dosa kita dan penderitaannya dapat membebaskan umatnya. Manusia tidak bisa melepaskan diri dari dosa-dosa hanya dengan mencoba melaksanakan perintah-perintah yang tertera dalam Injil, tapi hanya bisa dengan jalan menerima Isa sepenuh jiwa. Sebaliknya, apabila manusia menerima dan percaya Isa, segala dosa-dosanya akan dimaafkan. Paul juga menjelaskan doktrin-doktrinnya mengenai ihwal dosa (lihat Romans 5: 12:19).

Dari apa yang telah penulis sampaikan bahwa Kristen pada mulanya adalah agama yang mampu ditelaah oleh dunia Islam. Namun perkembangan zamanlah yang memulai kebatilan tersebut. Islam secara harfiah menyebut nabi Isa as sebagai salah satu utusan Allah yang telah diberi kelebihan untuk lahir dari Maryam. Sebagaimana pada penciptaaan Adam, konsep kristen cukup dekat dengan konsep yang dibawa oleh Islam. Agama secara simbolik seharusnya memegang agama baru yakni agama Islam sebagaimana Kristen, khususnya St. Paul sebagai penerus nabi Isa as, mencoba mengubah agama yang dibawa oleh Yahudi.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ben de Groot