Persekongkolan Blok Kafir Terhadap Islam
Iblis, sejak awal adalah musuh bagi manusia terutama yang beriman kepada Allah swt. Islam secara terang-terangan menegaskan ini dalam Al-Qur’an dan Hadits. Iblis, syetan, dan para pengikutnya sejak awal ingin menghancurkan peradaban islam. Usaha mereka telah ada sejak zaman pertama kalinya adanya kesalahan Di dalam Al-Qur’an pun secara tegas menerangkan bahwa syetan bias berwujud pula jin dan manusia. Pergolakan antara kebenaran dan kebatilan bermula sejak Iblis menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Kesombongannya ini menjadikan syetan musuh yang paling nyata bagi manusia. Maka, ia bersumpah untuk menegakkan kebatilan di muka bumi dan menyesatkan umat manusia, terutama hamba-hamba Allah yang ingin beriman kepada-Nya. Itulah perlawanan yang paling berat yang diterima oleh para Nabi dan Rosul. Allah menjelaskan dalam ayatnya (yang artinya), "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)…"(Al-An’am :112). Kebatilan akan terus melahirkan kezaliman-kezaliman yang akan berujung pada kehancuran. Sedangkan kemenangan berada di pihak kebenaran, cepat atau lambat. Firman Allah swt, "Dan katakanlah : ‘Yang benar telah datang, Yang batil telah lenyap.’ Sungguh yang batil sudah pasti akan lenyap." (Al-Isra’ : 81) Kemenangan dalam islam adalah suatu yanga pasti datang melalui keterang Al-Qur’an tersebut. Amerika sedang memimpin kebatilan saat ini dan dia akan berusaha mencari akal untuk menghancurkan islam saat ini. Tapi, "Dan mereka merencanakan maker dengan sungguh-sungguh dan kami merencanakan maker (pula), sedang mereka tidak menyadari." (An-Naml :50) Kezaliman tidaklah sendirian, mereka selalu bersekongkol untuk menghancurkan islam dengan bantuan teman-temannya.Sesuai dengan Friman Allah swt, "Dan sungguh, orang-orang zalim sebagian menjadi penolong bagi sebagian yang lainnya, dan Allahlah pelindung orang-orang yang bertakwa." (Al-Jatsiah: 19). Penulis sedikit mengajak para pembaca agar melihat, bagaimana persengkongkolan dalam blok kafirtersebut terjadi dengan sangat signifikan. Menurut Samuel P. Hangtington, penasihat pemerintah AS, musuh berikutnya adalah Islam. Maka, langkah pun dirancang. Amerika mencoba menyerang Islam dan menghancurkannya. Sampai suatu saat, semua gerak langkah mereka dipersempit. Terutama setelah proses Etnic Cleansing di Bosnia. Perjuangan Kashmir, perjuangan di Filipina Selatan, dan lain-lain. Rupanya, rekayasa 11 September sebagai entri point untuk perang total melawan islam. Sasarannya adalah tempat perdagangan WTC dan dengan itu pula Amerika menganggap aksi terorisme. Tidak ada terorisme dalam islam, semua itu adalah proses untuk menyerang kegiatan bisnis umat Islam. Firman Allah swt, " Hai orang-orang yang beriman,sukakah kamu Aku tunjukkan suatuperniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari adzab yang pedih? (Yaitu) Kamu beriman kepada Allah dan Rosul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya." (Ash-Shaf: 10-11) Merekalah yang betul-betul mengubah opini dunia bahwa perjuanngan Amerika adalah perjuangan melawan terorisme. Padahal, Negara itulah yang pantas disebut sebagai terrorist yang telah menginvasi secara berlebihan Negara-negara berdaulat, sperti Afghanistan, Irak, Somalia, Thailand, dan lain-lain. Negara itu telah bersekutu dengan Negara Israel dengan jajaran intelejen yang canggih. Mereka akan menjajah fisik dengan senjata. Mereka akan menjajah agama dengan kristenisasi Mereka akan menjajah otak dengan orientalisme dan kapitalisme
